Monday, June 29, 2015

Karena Rezeki Anak Itu Nyata...

Hua hua huaaaa...
Lama sangat gak ngepost di blog ini. Terakhir ngepost awal tahun dan masih hamil 8 bulanan, sekarang anaknya udah 3 bulan setengah aja umurnya.

Banyak banget hal yang udah aku lewatin selama lebih kurang 5 bulanan ini. Melewati berbagai fase kehidupan. Belanja persiapan bayi, deg2an pas mau lahiran, menjadi ibu baru yang pastinya kesalahan pun baru, berjuang sebagai pejuang ASI supaya anak mendapatkan yang terbaik, dan menunaikan tugas sebagai seorang dokter. Mengabdi pada masyarakat. :')

Oke, pembahasan yang banyak fasenya itu next time aku sharing. Sekarang, aku mau sharing cerita mengenai betapa beruntungnya aku menjadi Ibu dari seorang Marsya Miliana Shakira Mahlil. Ya, semenjak kelahirannya, satu per satu keberuntungan dan rejeki mengalir tiada hentinya untukku. Satu yang paling besar kurasakan keajaibannya adalah saat aku bisa menunaikan kewajibanku sebagai dokter internsip tapi tidak harus membawanya merantau dan jauh dari ayahnya.

Menjalani internsip tanpa harus merantau adalah hal yang ga pernah terpikir sebelumnya. Aku selalu merasa dan berpikir setahun menjalani internsip harus merantau dan berjauhan dari suami. Duh, malesin banget. Hehe. Karena aku ga tau kalo di kota tempat tinggalku sekarang rupanya membuka lowongan dokter internsip. Kami menyebutnya wahana. Tapi gimanapun juga, mau ga mau, internsip ini harus dan wajib aku jalanin. Untuk penyempurnaan gelar lah istilahnya. Iya emang daku sudah disumpah sebagai dokter, dan udah sah juga jadi seorang dokter pastinya. Tapi internsip ini merupakan syarat supaya aku bisa ngejalanin praktik mandiri. Ribet ya? Emang. Hehe.

Ketika diterima sebagai dokter internsip di wahana kota tempat tinggal, aku pun bersyukur. Sangat bersyukur. Terlalu banyak hal yang patut disyukuri dengan lolosnya aku sebagai salah satu dari 18 orang kuota yang tersedia sebagai dokter internsip di wahana ini. Aku gak perlu merantau, gak perlu ngekost atau ngontrak dan pusing cari rumah kontrakan yang pas, yang tentunya juga aku harus membeli berbagai macam barang kebutuhanku selama merantau, gak perlu pusing dan khawatir kalo aku kerja dan anakku hanya berdua nanny, gak perlu berjauhan dari suami, gak capek pindahan, dan masih banyak lagi tentunya.

Dari hal-hal yang menguntungkan di atas, tentu aja aku udah sangat bersyukur sekali. Tapi, belum habis aku mensyukuri semuanya, rezeki itu masih ada lagi. Yaitu jadwal kerja yang tidak terlalu menyita waktu sehingga aku tetap punya banyak waktu bersama anakku. Ditambah rekan kerja dan senior yang baik. Lagi-lagi aku sangat mensyukuri hal itu. Ya tentu saja. Karena rezeki bukan hanya soal uang. Semuanya adalah rezeki. Semuanya adalah anugerah. Dan aku harus bilang, aku mengakui karena aku mengalaminya sendiri, bahwa rezeki anak itu... nyata!
:)

No comments:

Post a Comment