Wednesday, December 10, 2014

Gak boleh ini, gak boleh itu. Jangan gini dan jangan gitu.

"Bumil jangan banyak makan pedas, kasian nanti anaknya.."
"Bumil jangan tidur siang, gak baik.."
"Bumil jangan mandi malam, gak sehat.."
"Bumil jangan begini, bumil jangan begitu, bahaya.."
"Bumil gak boleh gini, bumil gak boleh gitu.."

Hmmm, banyak kan di keseharian kita dengar ucapan-ucapan kayak gitu kalo di sekitar kita ada ibu hamil. Banyak larangan ini dan itu, banyak wejangan ini dan itu.
Dulu sih waktu belom ngerasain sendiri, aku nyantai aja dengarnya. Biasa aja gitu. Tapi ga ikut-ikutan kasih wejangan sih. Siapa aku, masih gadis ikut-ikutan. Sotoy bener. Hehehehe...

Tapiiiii.....

Sekarang aku ngalaminnya sendiri. Dan sungguh semua terdengar menyebalkan. You know why? Dokter yang ngerawat aku aja tuh nggak seribet dan serempong itu. Beliau selalu bilang, "ibu hamil itu orang sehat. Kalo sakit ya nggak jadi lah itu anakmu. Santai aja, jangan terlalu risau dan cemas. Justru itu yang bahaya kalo ibu hamil sampe stress. Oke yaa, santai seperti orang sehat pada umumnya. Yang membedakan kamu sama orang sehat lainnya cuma kamu harus lebih banyak makan. Karena kamu nggak cuma kasih makanan ke badanmu aja, tapi ada badan lain yang juga harus kamu kasih makan..."

See?

Sekarang pertanyaannya, apakah semua ibu hamil kondisinya sama? Tentu enggak. Beda-beda. Jadi kenapa menggeneralisir semua larangan-larangan itu untuk semua ibu hamil? Pertanyaan lagi, siapakah orang yang paling tepat yang mengerti kondisi kita saat hamil? Ya tentu diri kita sendiri dong. Juga dokter yang merawat kita. Kalo dokter kita menyatakan everything's alright, why bother with another 'wejangan dan petuah' yang sebenarnya bakalan lebih berbahaya kalo hal itu terus kita pikirkan dan kita cemaskan sehingga membuat kita stress dan ga nyaman dengan kehamilan kita. Kalo dokter kita merasa ada sesuatu yang ga beres sama kehamilan kita, mereka pasti akan dengan sendirinya mengeluarkan larangan-larangan khusus kok, dan kesemuanya pasti dibilang sama pasiennya. Semuanya untuk kebaikan kita juga. Nah, itu baru yang wajib kita dengerin.

So people, please stop treat pregnant women as if they are painful. Ibu hamil emang butuh perhatian lebih, tapi mereka bukan orang sakit. Selama dokter kandungan mereka menyatakan mereka sehat dan bayi yang mereka kandung baik-baik saja, biasa sajalah ya. Doakan saja yang baik-baik, semoga mereka berdua selalu sehat dan selamat serta lancar menjalani kehamilan sampai waktu bersalin nanti. Berikan mereka dukungan moril, materil boleh juga kalo mau buahahahaha *abaikan.

Kita tahu maksud kalian baik, tapi semakin dikasih wejangan dan larangan yang (maaf) kebanyakan nggak masuk akal, itu cuma akan buat bumil kepikiran dan gak nyaman sama kehamilannya. Bisa berujung stress dan justru itu yang lebih berbahaya dibanding larangan-larangan yang kalian berikan misalnya soal makanan.

Pada dasarnya gak ada larangan dan pantangan makanan buat ibu hamil. Semua boleh, asal gak berlebihan. Ya orang gak hamil aja kalo makan sesuatu yang berlebihan gak bagus kan? Jadi sama aja pokoknya sama orang sehat dan normal pada umumnya. Ya karena kehamilan itu sendiri merupakan kondisi yang fisiologis alias normal, kecuali ada kelainan-kelainan yang ditemukan sama dokter pemeriksanya yang kemudian menjadikan kehamilan itu jadi suatu kondisi yang patologis atau membahayakan.

Jadi balik lagi, percaya aja sama dokternya. Kan kalian sendiri yang pilih dokter itu. Dan jangan lupa berserah dan selalu berdoa sama Yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya, mohon kelancaran dan kesehatan. :3

Oke ya. Harus selalu diingat, yang gak boleh buat bumil itu galau dan stress, apalagi sedih berkepanjangan. Itu yang bahaya. Bumil itu harus always happy. Yes, happy. Berbahagialah kawan, karena banyak wanita di luar sana yang ingin diberi kesempatan yang sama seperti kalian. Banyak wanita di luar sana yang ingin berada di posisi kalian. Banyak wanita di luar sana yang berdoa siang dan malam hanya untuk merasakan apa yang kalian rasakan saat ini. Jadi, gak ada alasan buat bersedih. Cheers....

No comments:

Post a Comment